Penting! Ini Dia Etika Ketika Naik Gunung

Diposting pada

rekamjejak — Mendaki gunung merupakan aktivitas yang menyenangkan, karena dengan mendaki gunung bisa belajar bagaimana mencintai alam. Tetapi pada kenyataannya, masih banyak pendaki yang melanggar tujuan utama mendaki gunung. Mereka lupa kalau mendaki gunung juga ada etikanya. Sebagai seorang pendaki, baiknya memiliki etika yang harus dijunjung tinggi. Nah, berikut ini ada beberapa etika penting yang harus dilakukan agar pendakian berjalan dengan aman dan nyaman.

Jangan Mengotori Gunung dengan Sampah

Membuang sampah memang hal sepele, namun memiliki dampak besar bagi lingkungan. Kebiasaan buruk ini hampir terdapat dimana saja dan kapan saja. Bahkan kebiasaan buruk ini seringkali dibawa ketika berada di gunung. Sudah diketahui bersama bahwa alam yang tercemar sampah pasti tidak akan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Jika gunung dipenuhi dengan sampah, maka air akan sulit menyerap ke dalam tanah. Dengan demikian, maka tidak akan ada lagi yang namanya mata air gunung. Jika gunung tidak memiliki mata air, maka persediaan air tanah tentunya akan semakin menipis, dan saat kemarau tiba orang-orang akan kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bukankah hal sepele yang anda lakukan akan merusak lingkungan dan merugikan orang sekitar? Mari sama-sama melindungi alam dengan tidak mengotorinya dengan sampah.

Bersikap Sopan dan Hormat terhadap Pendaki Lain

Memang tidak ada peraturan tertulis mengenai ini, namun biasanya para pendaki saling bertegur sapa saat bertemu dengan pendaki lainnya. Karena di gunung, para pendaki tentunya memiliki hobi dan tujuan yang sama, maka penting untuk saling membantu jika mengalami kesulitan.

Saling Membantu Antar Pendaki

Sifat egois merupakan sifat yang harus ditinggalkan ketika anda mendaki gunung. Karena ada banyak kasus pendaki hilang di gunung hanaya karena keegoisan para anggotanya. Bekerjasamalah, karena dengan begitu mendaki gunung aka menjadi kegiatan yang menyenangkan dan positif.

Tidak Merusak dan Merubah Apapun yang Dilihat

Ingat, anda di gunung hanyalah tamu dan hanya menginap sementara. Tidak seharusnya anda mengubah apapun yang ada di gunung. Jangan merusak lingkungan seperti halnya mencoret-coret batu atau papan petunjuk, mencabut tumbuhan bahkan membawa hewan pulang. Kawasan gunung sebagian besar masuk dalam kawasan konservasi, sehingga akan dikenakan hukuman jika ada yang melanggar.

Buanglah Limbah dengan Benar

Buanglah limbah dengan benar, baik itu kotoran sendiri ataupun sisa makanan. Jika anda ingin buang air besar, carilah tempat yang jauh dari jaur pendakian dan area untuk mendirikan tenda. Gali lubang cukup dalam dan jangan lupa untuk menimbunnya kembali.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Dia Tips Saat Tersesat Di Gunung

Tidak Mengotori Sumber Air

Sumber air sangatlah penting, terlebih ketika mendaki gunung yang curam dan jalurnya panjang. Ketersediaan sumber air akan sangat menolong perbekalan ketika di gunung. Sebab itu, sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga sumber air dari tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Menjunjung Tinggi Adat Istiadat Setempat

Peribahasa lama mengatakan ‘dimana bumi berpijak disitu langit dijunjung’. Ingat, setiap tempat yang dikunjungi tentu memiliki adat istiadat dan peraturan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, hormatilah semua perbedaan aturan serta berbicara dan bersikaplah dengan sopan santun.

Jangan Mendirikan Tenda Sembarangan

Mendirikan tenda juga ada etikanya yaitu tidak boleh disembarang tempat, meskipun tempat tersebut datar dan lapang. Pendaki harus melihat lokasi pendirian tenda yang sesuai dan diizinkan oleh petugas. Sebagai contoh, jika pendaki mendirikan tenda di dekat aliran air, tentu hal ini tidak diperkenankan karena biasanya hewan-hewan buas mencari minum dan makan pada malam hari. Tentunya hal ini akan membahayakan bagi para pendaki yang sedang terlelap tidur. Baiknya carilah tempat yang dirasa aman dan jauh dari aliran air.

Jangan Berteriak di Gunung

Seringkali para pendaki mengeluarkan teriakan untuk memanggil temannya yang berada jauh di belakang atau di depannya. Sebenarnya hal ini tidak boleh dilakukan, karena  teriakan anda akan mengganggu binatang-binatang yang sedang istirahat. Ketika binatang merasa terganggu, maka akan menyebabkan kemarahan dan bisa saja mereka menyerang anda dan pendaki yang sedang berada di gunung. Ada juga gunung yang menerapkan untuk tidak berisik, contohnya gunung Argopuro. Saat anda berisik maka kabut tebal akan datang dan bisa menghalangi pandangan anda.

Itulah beberapa etika yang harus anda lakukan ketika di gunung. Bagaimanapun juga, anda sebagai tamu harus bersikap sopan dan tidak merusak, mengubah bahkan mengganggu penghuni disana. Semoga artikel ini bermanfaat dan salam LESTARI!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *