Cara Mengatasi Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi Saat Pendakian

Diposting pada

rekamjejak — Mendaki gunung bukanlah aktivitas yang ringan, perlu adanya persiapan fisik dan juga mental. Walaupun awalnya kondisi badan anda sehat, kadang kala tidak ada yang tahu apakah kondisi fisik akan tetap prima saat mendaki gunung atau tidak, karena terkadang banyak masalah kesehatan yang menimpa pendaki. Jika sudah seperti itu, lagkah apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan? Mendaki gunung memang membutuhkan persiapan yang matang. Bagi anda yang suka atau hobi mendaki, yuk pahami cara mengatasi masalah kesehatan yang sering terjadi saat pendakian.

Hipotermia

Permasalahan yang kerap terjadi ada pendaki yaitu Hipotermia. Masalah kesehatan ini merupakan turunnya suhu tubuh secara drastis yang disebabkan oleh lingkungan yang sangat dingin. Gejala yang ditimbulkan yaitu penderita menggigil hebat, perasaan melayang, pandangan kabur serta detak nadi yang melambat. Lalu bagaimana cara mengatasi atau menanganinya? Penanganan pertama yang bisa anda lakukan yaitu dengan membawa si penderita hipotermia ke tempat yang hangat dan memberinya minuman hangat. Perlu diingat kembali, usahakan penderita tetap dalam keadaan sadar sehingga bisa mengetahui bagaimana kondisi yang ia rasakan.

Kram

Ketika anda mendaki, tentunya kinerja kaki bekerja dua kali lipat daripada berjalan di tanah yang datar. Biasanya masalah umum yang terjadi yaitu kram. Tentunya kondisi tertariknya otot dan kaku ini menjadi hal yang dapat menghambat perjalanan pendakian anda. Bagaimana untuk mengatasinya? Cobalah untuk memposisikan kaki anda atau korban yang kram senyaman mungkin. Pijatlah perlahan telapak kaki dan bagian yang terasa kram. Pada bagian yang kram, pijatlah secara  berlawanan arah dengan bagian yang sedang kontraksi. Diusahakan jempol kaki digerakkan ke depan.

Pingsan

Masalah kesehatan yang satu ini juga sering terjadi saat pendakian. Pingsan merupakan kondisi dimana daya tahan tubuh yang melemah dan membuat seseorang kehilanan kesadaran sementara karena otak kekurangan oksigen. Bisa juga karena kondisi perut yang kosong atau terlalu memaksakan diri mengeluarkan banyak tenaga. Lantas, bagaimanakah cara mengatasi teman kita yang sedang pingsan? Secepatnya anda baringkan korban dalam posisi terlentang dan tinggikan kaki melebihi jantung. Buatlah pernafasan selonggar mungkin dan melepas ikatan ransel atau hal lain yang dapat mengganggu pernafasannya. Setelah korban sadar, beri ia minum untuk menenangkan diri.

Asma

Asma sering menyerang para pendaki, khususnya bagi mereka yang mengidap asma. Penyakit ini terjadi karena adanya penyempitan saluran pernapasan yang gejalanya seperti sesak nafas, irama nafas tidak teratur, wajah memucat dan kesadaran korban menurun. Jika teman anda sudah menunjukkan gejala tersebut, ada baiknya segera menenangkan korban dan membawanya ke tempat yang sejuk. Posisikan korban dengan setengah duduk. Jika keadaannya parah, segera berikan oksigen bantuan atau anda bisa mencari pertolongan pada orang lain.

Baca Juga: Bagi Anda Yang Menderita Penyakit Ini, Dilarang Naik Gunung!

Pusing

Rasa pusing, nyeri kepala ataupun vertigo sering kali dialami oleh pendaki. Penyebabnya pun beda-beda, ada yang karena kelapan, kelelahan dan lainnya. Jika teman anda mengalami seperti ini maka istirahatkan korban dan beri ia minum dan makan. Tenangkan korban dan jika perlu beri dia obat. Jangan memaksakan kehendaknya jika belum benar-benar pulih dari gejala pusing yang dirasakan.

Terkilir

Jalur pendakian yang terjal dan ekstrim adalah hal yang biasa dihadapi seorang pendaki. Medan yang demikian, kaki terkilir merupakan masalah yang kerap terjadi karena terpeleset ataupun terjatuh saat mendaki. Cara mengatasi kaki yang terkilir yaitu istirahatkan korban, kemudian tempelkan kantung es atau apapun yang dingin. Lalu kompres dengan membalut kaki yang terkilir agar tidak banyak goncangan. Selanjutnya anda bisa meninggikan bagian yang terkilir tersebut untuk mengurangi pembekakan yang terjadi. Hindari penanganan yang nantinya malah memperburuk kondisi korban.

Mimisan

Udara yang dingin merupakan sajian utama ketika di gunung. Suhu yang ekstrim kadang membuat hidung seseorang mengeluarkan darah atau mimisan. Gejala yang dirasakan biasanya nyeri pada hidung dan disertai rasa pusing. Cara mengatasi masalah ini yaitu mintalah korban untuk menekan cuping hidung dan mintalah ia untuk bernapas melalui mulut. Pada saat itu juga, bersihkan hidung luar dari darah dan buka setiap 5-10 menit. Jangan pernah memintanya untuk mendongakkan kepala, karena bisa berakibat tersedak, karena darah yang keluar masuk kembali ke saluran pernapasan.

Itulah masalah kesehatan yang sering terjadi saat melakukan pendakian. Semoga artikel ini dapat membantu anda untuk mendapatkan informasi yang anda butuhkan. Semoga bermanfaat dan explore terus keindahan Indonesia. Salam LESTARI!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *