10 Teknik Berjalan Saat Mendaki Gunung bagi Pemula

Diposting pada

10 Teknik Berjalan Saat Mendaki Gunung

Pada dasarnya mendaki gunung adalah olahraga berjalan. Oleh karena itu, teknik berjalan yang benar wajib diketahui terlebih dahulu. Berjalan di gunung tentu berbeda dengan berjalan di trotoar. Saat di gunung, anda harus berjalan dengan beban di punggung, melintasi lembah, menuruni lereng-lereng, mendaki tebing atau meniti pegunungan-pegunungan yang tipis. Ditambah lagi dengan beban yang harus anda bawa, maka keseimbangan dalam berjalan di gunung adalah mutlak.

Dengan langkah-langkah kecil, berat badan dapat ditunjang secara mantap oleh kedua kaki. Perlu anda ingat, kaki bukan hanya menahan berat badan, tetapi telah ditambah dengan berat barang yang ada dalam carier. Dengan langkah kecil dan napas teratur, ini merupakan cara yang tepat untuk menghemat tenaga. Bagi pendaki yang telah berpengalaman, berjalan selama dua atau tiga jam tanpa istirahat merupakan hal yang biasa. Kekuatan dan stamina yang demikian bisa diperoleh melalui latihan dan pengalaman yang tidak sedikit. Akan tetapi, sebagai ukuran minimal boleh dikatakan bahwa berjalan satu jam dengan istirahat sepuluh menit adalah normal.

Teknik berjalan saat mendaki gunung memang sangat penting. Anda harus tahu kapan saatnya istirahat dan kapan untuk mendorong ke batas. Nah, berikut ini beberapa teknik berjalan saat mendaki gunung yang bisa anda pelajari:

  1. Saat berjalan, langkah pertama memang paling berat, jadi usahakan santai terlebih dahulu. Beberapa langkah lalu berhenti, jalan lagi dan berhenti lagi. Intinya panaskan dulu otot-otot anda, sehingga tubuh siap beradaptasi dengan beban, medan dan kekuatan fisik.
  2. Menyingkap 1-2 meter ke depan/bawah, jangan terlalu sering menyapu pandangan ke depan
  3. Manfaatkan akar dan batang sebagai pegangan, carilah pegangan yang aman dan terlihat kokoh
  4. Usahakan posisi kaki lurus ke depan untuk mengurangi risiko cedera otot melintir
  5. Baiknya menggunakan sepatu traking, gunakan sepatu yang nyaman agar terhindar dari lecet dan sakit pada jari kaki. Ikat kuat tali sepatu, jangan lupa menggunakan kaos kaki yang tebal.
  6. Kecepatan langkah harus konsisten dan stabil. Langkah kaki panjang dan stabil terbukti efektif, karena memberikan waktu yang cukup bagi tubuh dibandingkan dengan langkah lebar, sekilas memang terlihat cepat, namun efeknya lebih sering lelah dan banyak istirahat.
  7. Anda bisa menggunakan langkah sedang dan sejajar dengan posisi badan atas, posisi tidak membungkuk. Untuk posisi badan kita, bisa disandarkan ke depan, tetapi tidak membungkuk
  8. Kaki dan badan perlu membuat gerakan berupa dorongan ke depan dengan kaki yang lurus. Kemudian kaki depan menapak secara perlahan sambil memperhatikan medan yang dipijak tersebut tidak labil
  9. Saat berjalan di medan menanjak, kaki jangan melangkah terlalu panjang. Karena ini akan menguras tenaga kita, melangkah lah seperti biasanya.
  10. Menggunakan trekking pole/tongkat pendakian juga dianjurkan. Gunakan tongkat tersebut di samping badan bukan di depan, dan jangan terlalu jauh. Penggunaan dari tongkat ini yaitu membantu keseimbangan badan.

Nah, itulah 10 teknik berjalan saat mendaki gunung. Semoga bermanfaat dan explore terus keindahan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *